Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Tuesday, 21 October 2014

Tugas 4 EYD (Bahasa Indonesia) [ Rio Sandjaya / 1DC01 ]


EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
Pengertian EYD
EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.
Peran EYD yakni sebagai pedoman umum bagi para pengguna Bahasa Indonesia. Siapa pun, kapan pun, dimana pun menggunakan EYD secara benar dan baik, maka harus mengacu pada EYD yang sesuai dengan Undang-Undang dan Pancasila. EYD pun memiliki pengecualian, biasanya pada penulisan judul. EYD yang digunakan saat ini adalah EYD yang telah disepakati oleh 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Bruneidarussalam.
Contoh kalimat yang sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan):

1. Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 2.  Bimbinglah hambaMu ini ya Rab !
3.
  Hanya kepadaMu lah kami meminta.
4. Nikmatmu begitu dahsyat ya Rab.
5.  Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan Yang Kuasa.
6.   Ayah bertanya, “Peringkat berapa kamu sekarang ?”
7. Ibu bertanya, “Kapan kamu akan pulang ?”
8.  Kakak bertanya, “Foto siapa ini ?”
9.  Bibi bertanya, “Jam berapa sekarang ?”
10.   Ibu berkata,”Tidurya jangan terlalu malam !”
11.   H.Maman adalah sosok yang sangat berpengaruh dilingkungannya.
12.   Nabi Sulaiman AS, adalah Nabi yang  memiliki harta kekayaan yang berlimpah.
13.   Sultan Ageng Tirtayasa wafat pada tahun 1950.
14.   Mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah al-quran.
15.   Tokoh wanita yang berjasa sekali di Indonesia adalah Raden Ajeng Kartini.
16.   Gelandangan yang tertangkap rajia untuk sementara akan ditampung di Departemen Sosial.
17.   Wakil Presiden Budhiyono kemarin menghadiri festival batik sePriangan Timur.
18.   Dinas Perdagangan telah mengadakan operasi pasar, untuk mengatasi harga sembako yang semakin melonjak.
19.   Presiden Suharto, adalah presiden yang pernah memimpin selama 38 tahun.
20.   Presiden pertama kita adalah Bung karno.
21.   Yang menjadi pemenang miss word 2012 adalah kontestan yang bernama Nurul fauziah.
22.   Bayki yang baru lahir itu diberi nama Nazwa Kayla Azzahra.
23.   Perkenalkan nama lengkap saya adalah Hielman Nuradin.
24.   Ibu Ani Yudhoyono kemarin jatuh sakit.
25.   Konser Agnes Monica akan disiarkan secara langsung di ANTV.
26.   17 Agustus adalah hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dimana pada hari tersebut bangsa Indonesia terbebas dari penjajah.
27.   1 Syawal 1413 Hijriah jatuh pada hari Minggu.
28.   Awal perkuliahan aka dimulai pada Bulan September.
29.   20 Mei dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
30.   Kebakaran hebat itu terjadi pada Hari Senin.
31.   Pantai Pangandaran terkenal dengan keeksotisannya.
32.   Pulau Komodo akan dijadikan sebagai salah satu keajaiban dunia.
33.   Pada akhirnya Pulau Ambalat menjadi hak milik Malaysia.
34.   Sejarah perdagangan islam terjadi di Selat Malaka.
35.   Gunung Galunggung meletus pada tahun 1990an.
36.   Ayah berkata, “ Masak apa sekarang Bu ?”
37.   Adik bertanya, “Aku ikut ya Kak ?”
38.   Ayah berkata,”Obatnya jangan lupa diminum ya Bu ?”
39.   Kakak bertanya, “Prnya sudah diselesaikan belum Dik ?”
40.   Ibu bertanya, “Peristiwa apa itu Yah ?”
41.   Buku sumber mata kuliah Bahasa Inggris adalah buku yang berjudul Let’s Speak English.
42.   Koran Sindo terbit setiap hari.
43.   Novel Laskar Pelangi adalah novel yang dikarang oleh Adrian Hirata.
44.   Kemarin saya sudah membeli majalah Genie.
45.   Peristiwa kecelakaan tersebut dikutip dalam surat kabar Priangan.
46.   Dipasaran banyak sekali Makeup yang mengandung mercuri.
47.   Istilah kebidanan terjemahan dari bahasa asing yakni dari obstetry.
48.   Ibu akan mentransfer uangnya pada hari Senin.
49.   Dengan Internet kita bisa tahu dunia.
50.   Para  siswa  diberi tugas oleh guru Tik nya agar mendwonload file dari internet.
51.   Bagi yang memiliki IPK kurang dari 2,75 wajib mengikuti remidial.
52.   Harap kumpul pada tanggal 7 November 2012.
53.   Para siswa wajib mengikuti pengajian bulanan.
54.   Pada hari Jumat akan diadakan kerja bakti.
55.   Bagi siswa yang belum registrasi  tidak bisa mengikuti UAP.



sumber:
1)
http://fvizard.wordpress.com/2013/05/05/ejaan-yang-disempurnakan-eyd/
Nama: Rio Sandjaya
Kelas: 1DC01

Tanggal buat & print: 25-09-2014

Tugas 3 DIKSI/ Pilihan Kata (Bahasa Indonesia) [ Rio Sandjaya / 1DC01 ]


PENGERTIAN DIKSI DAN CONTOHNYA

Diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan sebuah cerita. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata melainkan digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya. Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi yang bertalian dengan ungkapan-unkapan individu atau karakteristik, atau memiliki nilai artistik yang tinggi.

1. Arti Definisi / Pengertian Makna Denotasi / Denotatif
Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.
Contoh :
- Mas parto membeli susu sapi
- Dokter bedah itu sering berpartisipasi dalam sunatan masal

2. Arti Definisi / Pengertian Makna Konotasi / Konotatif
Makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
Contoh :
- Para petugas gabungan merazia kupu-kupu malam tadi malam (kupu-kupu malam = wts)
- Bu Marcella sangat sedih karena terjerat hutang lintah darat (lintah darat = rentenir)
Contoh kalimat diksi:

1. Dia adalah wanita cantik (denotatif)
2. Dia adalah wanita manis (konotatif)
3. APBN RI mengalami kenaikan lima belas persen (kata konkrit)
4. kebenaran (kata abstrak) pendapat itu tidak terlalu tampak

sumber:
1)
http://darmawanaditya-softskill.blogspot.com/2013/10/pengertian-diksi-dan-contohnya.html
2)
http://dedymonroe.wordpress.com/2011/12/20/contoh-kalimat-diksi/
3)
http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-makna-denotatif-konotatif-lugas-kias-leksikal-gramatikal-umum-dan-khusus.html

Nama: Rio Sandjaya
Kelas: 1DC01

Tanggal buat & print: 25-09-2014

Tugas 2 Ragam Bahasa (Bahasa Indonesia) [ Rio Sandjaya / 1DC01 ]


 RAGAM BAHASA

RagamBahasaadalahvariasibahasamenurutpemakaian, yang berbeda-bedamenuruttopik yang dibicarakan, menuruthubunganpembicara, kawanbicara, orang yang dibicarakan, sertamenurut medium pembicara(Bachman,1990).

Variasiatauragambahasamerupakanbahasanpokokdalamstudisosiolinguistik.Bahasaitumenjadiberagamdanbervariasibukanhanyapenuturnya yang tidakhomogentetapijugakarenakegiataninteraksisosial yang merekalakukansangatberagam.
Ragambahasabervariasidapattimbulkarenaadanya kegiataninteraksisosial yang dilakukanolehmasyarakatataukelompok yang sangatberagamdandikarenakan olehparapenuturnya yang tidakhomogen.Dalamhalvariasi atauragam bahasainiadaduapandangan yaitu :
      
1. Variasiitudilihatsebagaiakibatadanyakeragamansosialpenuturbahasaitudankeragamanfungsibahasaitu
2. Variasibahasaitusudahadauntukmemenuhifungsinya sebagaialatinteraksidalamkegiatanmasyarakat yang beraneka raga.
Contohartikeldenganragambahasailmiah:

Dampak Keyboard QWERTY pada Makna Kata

Pakar psikologi sosial di New School for Social Research mengatakan bahwa kesulitan dalam menggunakan obyek tertentu berpengaruh pada cara orang menilai obyek tersebut. Salah satu contoh adalah nama orang. Dikatakan bahwa semakin sulit seseorang melafalkan nama orang lain, seseorang tersebut akan semakin sulit menilai orang itu secara positif.
Kini, ada contoh kasus baru yang dikaji peneliti. Dikatakan bahwa semakin sulit seseorang mengetik suatu kata di keyboard, maka semakin negatif pula makna kata itu.
  
Kyle Jasmine dan Daniel Casasanto dari University of College London meneliti tentang QWERTY effect, dampak pada makna kata yang dihasilkan ketika orang mengetik dengan keyboard QWERTY.
Jasmine mengungkapkan, kata-kata yang dengan huruf lebih banyak di sebelah kanan keyboard QWERTY (sebelah kanan T, G, dan B) memiliki makna lebih positif.
Contohnya, kata "POOL" yang berarti kolam memiliki makna lebih positif daripada kata "DESERT" yang berarti gurun. Contoh lain adalah kata "IKAN" dan "DERAS".

Menurut Jasmine, hal itu terkait dengan kemudahan mengetik. Lebih mudah bagi manusia untuk mengetik huruf di sebelah kanan keyboard QWERTY daripada yang ada di sebelah kiri.
"Jika mudah, maka cenderung memiliki makna positif. Jika sulit, maka akan sebaliknya," ungkap Jasmine seperti dikutip Wired pada Rabu (7/3/2012).
Faktor yang semakin mendukung hasil penelitian tersebut adalah huruf yang terkesan padat di sebelah kiri sehingga semakin menyulitkan pengetikan. Orang juga cenderung mengetik huruf di sebelah kanan lebih cepat.

Dalam eksperimen, Jasmine menganalisis 1.000 kata dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Belanda. Ia menemukan bahwa QWERTY effect memang terbukti.
Dalam eksperimen lain, 8.000 juru ketik juga diminta Mechanical Turk Service di Amazon.com untuk memberi kesan atas sebuah kata yang dihasilkan keyboard QWERTY. Hasilnya juga serupa.
Jasmine menuturkan, "Ini adalah demonstrasi pertama yang menunjukkan bagaimana kata-kata membentuk makna dalam waktu tertentu." Apakah Anda percaya efek QWERTY ini?




      
Sumber:






Nama: Rio Sandjaya
Kelas: 1DC01



Tanggalbuat& print: 25-09-2014

Tugas 1 Fungsi Bahasa (Bahasa Indonesia) [ Rio Sandjaya / 1DC01 ]


A. Fungsi Bahasa Secara Umum
Fungsi umum bahasa indonesia adalah sebagai alat komunikasi sosial. Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan kehidupan manusia. Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan disampaikan lewat bahasa.

Secara umum bahasa terbagi dalam 4 kategori :
- Sebagai alat untuk berkespresi
sebagai alat ekspresi diri, bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. Begitu juga digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada orang lain dalam berbagai tempat dan situasi.
Contohnya : mampu menggungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada dan pikiran kita, sekurang-kurangnya dapat memaklimkan keberadaan kita. Misalnya seperti seorang penulis buku, mereka akan menuangkan segala seseuatu yang mereka pikirkan ke dalam sebuah tulisan tanpa memikirkan si pembaca, mereka hanya berfokus pada keinginan mereka sendiri. Sebenarnya ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
(1) Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita.
(2) Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.
- Sebagai alat komunikasi
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita. Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Oleh karena itu, seringkali kita mendengar istilah “bahasa yang komunikatif”. Misalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum..Dengan kata lain, kata besar atau luas,dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata makro akan memberikan nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional.
Contohnya: misalnya seorang pejabat daerah Manado mendapat tugas dinas di Jakarta aan tetapi dia tidak bisa mengunakan bahasa Indonesia dan dia hanya menguasai bahasa daerah manado. Tentu ketika dia telah tiba di Jakarta, tidak semua orang Jakarta dapat mengerti apa yang dia bicarakan karena di Jakarta berbagai suku dan budaya ada. Pejabat tersebut harus menggunakan bahasa Indonesia agar hubungan komunikasi dalam perjalan dinasnya tidak mengalami hambatan.


- Alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati. Dalam mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut.
Contohnya: pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Jangan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut.
- Sebagai alat kontrol social
Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran, buku-buku instruksi, ceramah agama (dakwah), orasi ilmiah atau politik adalah contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Selain itu, kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio, iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. Tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang.
Contohnya: terdapat papan tulis yang berada didepan sekolah/ kelas yang bertuliskan “Sedang ada ujian. Harap tenang”. Itu artinya mengontrol orang yang berada disekitar tempat itu untuk tenang/ tidak berisik.

sumber:
1) http://rahmatarifin93.wordpress.com/2011/09/25/peranan-dan-fungsi-bahasa-indonesia-secara-umum-ataupun-khusus/
2) http://sofiaribowo.wordpress.com/2013/09/28/fungsi-bahasa-secara-umum/
3)
http://verozzaranii.blogspot.com/2013/09/peranan-dan-fungsi-bahasa-indonesia.html


B. Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia

1. Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.

2. Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad, seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.[17]

3. Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia.

4. Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.

5. Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.

6. Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.

7. Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

8. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.

9. Tanggal 28 Oktober s.d 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.

10. Tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.

11. Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).

12. Tanggal 28 Oktober s.d 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

13. Tanggal 21-26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.

14. Tanggal 28 Oktober s.d 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

15. Tanggal 28 Oktober s.d 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.

16. Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia, Jakarta. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa.


Nama: Rio Sandjaya
Kelas: 1DC01



Tanggal buat & print: 23 september 2014

Tuesday, 18 March 2014

Praktikum Sel Elektrolisis [CuSO4]

Tujuan Praktikum :

Mengamati Reaksi Keelektrolisisan Zat

Teori Dasar :

          Reaksi elektrolisis adalah reaksi yang terjadi ketika listrik dialirkan melalui elektrolit. Elektrolisis juga dapat diartikan sebagai peruraian yang disebabkan arus listrik. Bila elektrolitnya merupakan lelehan senyawa ion, maka kation akan direduksi di katode, sedangkan anion dioksidasi di anode.
Dalam reaksi elektrolisis terdapat elektrode yang menghubungkan anion dengan kation. Elektrode dibagi menjadi dua, yaitu elektrode negatif (katode) dan elektrode positif (anode). Dalam katode, kation akan mengalami reduksi sedangkan pada anode, anion akan dioksidasi.


 Alat dan Bahan :

1.      Tabung Pipa U
2.      Statif
3.      Kabel Buaya
4.      Gelas ukur
5.    Elektrode karbon 
6.    Gelas Kimia
7.    Larutan CuSO4
8.     
Prosedur kerja :
1.  Siapkan Alat-alat yang di butuhkan.
2.  Lilitkan Kabel Tembaga Di Ujung Karbon
3.  Kaitkan Kabel yang Melilit Karbon Dengan Sumber Listrik Menggunakan Kabel Buaya
4.  Masukan larutan CuSO4 dalam pipa U yang telah disiapkan. Sisakan ruang 2 cm dari atas lubang pipa U.
5.  Masukkan Karbon Ke Dalam Pipa U yang Telah Terisi Larutan CuSO4
6.  Nyalakan Sumber Tegangan Agar Arus Listrik Mengalir
7. Amati Apa yang Terjadi.

Data Pengamatan :

CuSO4 à Cu2+ + SO42-
Katode =  Cu2+ + 2e à Cu
Anode =   2H2à 4H+ + O2 + 4e

Analisa Data :

Anode HBersifat Asam & Bergelembung
-Lakmus Biru Menjadi Merah
-Lakmus Merah Menjadi Merah

Kesimpulan :

Dari hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa reaksi pada Anode terdapat gelembung gas O2 yang Timbul.




   

Tuesday, 11 February 2014

Kespontanan Reaksi Redoks

Tujuan Praktikkum :

Mengamati kespontanan reaksi redoks

Teori Dasar :
Reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan oksidasi disebut reaksi reaksi redoks. Setiap reaksi redoks terdiri atas setengah reaksi reduksi dan setengah reduksi oksidasi. Reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi atau penyerapan elektron, sedangkan oksidasi adalah kenaikan bilangan oksidasi atau pelepasan elektron. Reaksi redoks ada yang berlangsung spontan, ada juga yang tidak spontan.

Alat dan Bahan :
* Alat
  1.Tabung reaksi
  2. Pipet tetes
  3. Gelas ukur

*Bahan
  1. 2 ml larutan CuSO4
  2. 2 ml larutan ZnSO4
  3. 2 ml larutan HCl
  4. 2 potongan lempengan tembaga
  5. 2 potongan lempengan magnesium
  6. 2 potongan seng

Prosedur kerja :
1. Siapkan 6 tabung reaksi dan berilah label 1 sampai 6
2. Isikan larutan CuSO4, ZnSO4, dan HCl ke dalam 6 tabung reaksi. (1 CuSO4, 2 ZnSO4, 3 HCl)
3. Siapkan tembaga, seng, dan magnesium yang sudah di ampelas masing-masing 2 potong , berukuran sama
4. Masukkan potongan seng, alumunium, dan magnesium tadi ke dalam 6 tabung reaksi tadi.
5. Amati dan catatlah hasil pengamatan anda !

Data Pengamatan :
1. Zn + CuSO4  >>  perubahan warna logam dari putih menjadi hitam, tidak bergelembung.
2. Cu + ZnSO4  >>  perubahan logam tidak berubah warna, bergelembung.
3. Mg + ZnSO4  >>  perubahan warna pada logam dari putih menjadi hitam, ada gelembung.
4. Zn + HCl  >>  perubahan logam tidak berubah warna, ada gelembung.
5. Mg + HCl  >>  magnesium habis melebur, banyak gelembung gas.
6. Cu + HCl  >>  tidak ada perubahan warna, tidak bergelembung.

Analisa Data : 
a. Reaksi yang merupakan reaksi redoks spontan, yaitu :
   1. Zn + CuSO4
   2. Mg + ZnSO4
   3. Zn + HCl
   4. Mg + HCl

b. Reaksi yang merupakan reaksi redoks tidak spontan, yaitu :
    1. Cu + ZnSO4
    2. Cu + HCl

Kesimpulan :

Dari hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa reaksi yang terdapat gelembung/berubah warna merupakan reaksi spontan. Sedangkan yang tidak terdapat gelembung atau berubah warna bukan reaksi spontan.





 


 


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates