Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Tuesday, 21 October 2014

Tugas 2: Kalimat Efektif (Bahasa Indonesia) [ Rio Sandjaya / 1DC01 ]

Kalimat Efektif

                Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar. Menurut Gorys keraf adalah kalimat yang memenuhi syarat – syarat berikut :
       a.  Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.
       b. Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

Ciri – ciri kalimat efektif sebagai berikut :
*)  Kalimat efektif mengandung kesatuan gagasan.
       A) Subyek dan atau predikat kalimat eksplisit.
Contoh :
                  
Tidak efektif: Berhubungan itu mengemukakannya juga minat baca kaum remaja makin             menurun.

Efektif: Sehubungan dengan itu, dikemukakannya juga minat baca kaum remaja menurun.

B)
 Subyek dan predikat kalimat hendaknya tidak terpisah terlalu jauh agar kesatuan gagasan terjamin.
Contoh:

Kurang kuat: Pembangunan jelas menuju zaman keemasan yang baru, menghendaki pengembangan bakat – bakat pendukung kebudayaan bangsa disegala lapangan mulai dari hal – hal yang tampaknya kecil seperti cara mengatur rumah tangga, cara baergaul dan cara memperoleh hiburan sampai meningkatkan kemasalah – masalah besar seperti pembangunan kota, memproduksi pangan, menciptakan berbagai bentuk kesenian baru, pendeknya segala soal yang membina kebudayaan baru.


e
fektif: pembangunan jelas munuju zaman keemasan yang baru. Oleh karena itu, pembangunan menghendaki pengembangan bakat – bakat kebudayaan bangsa disegala lapangan, mulai dari hal – hal yang nampaknya kecil sampai kemasalah – masalah besar.

       C) Keterangan harus ditempatkan setepat – tepatnya dan seterang – terangnya dalam kalimat sehingga sama sekali tidak mengganggu pemahaman. Keterangan yang dimaksud disini mencakup atribut, opsisi, adverbial, dalam bahasa Inggris disebut modifer.
    
-
Squinting modifiers ( keteranga menjuling )
          Contoh:
Tidak efektif: Tahun ini SPP mahasiswa baru saja dinaikkan.

Efektif: SPP mahasiswa tahun ini baru saja dinaikkan.
         
- Dangling modifires ( keterangan tak terkait )
Contoh :
Tidak efektif : dapat menyusun anggaran belanjanya dengan cermat, akhirnya hutang – hutangnya dapat dilunasi.
Efektif : karena dapat menyusun anggaran belanjanya dengan cermat, akhirnya ia dapat melunasi semua hutangnya.

- Misplaced modifiers ( keterangan salah letak )
Contoh:
Tidak Efektif: dalam keramaian serupa itu, merekapun tidak mau kalah dengan yang muda – muda, yang jarang terjadi sekali dalam lima tahun.
Efektif: dlam keramaian serupa itu, yang jarang terjadi sekali dalam lima tahun, merekapun tidak mau kalah dengan yang muda – muda.
          
-
Unidiomatic modifiers ( keterangan yang tidak idiomatis )
               Contoh:
          Tidak efektif: kalimat tersebut harus disusun sedemikian rupa agar tidak membingungkan pembaca.
          Efektif: kalimat tersebut harus disusun sebaik – baiknya agar tidak membingungkan pembaca.
          
-
 Abrupt modifiers ( keterangan mendadak )
Contoh :
Tidak efektif: Kami berkeputusan, karena keluarga kami dan kawan – kawan menasehati kami untuk tidak menginap di hotel besar itu, untuk menginap dirumah penginapan penduduk.
Efektif: Karena keluarga dan kawan – kawan menasehati kami untuk tidak menginap di hotel besar itu, kami berkeputusan untuk menginap di rumah penginapan penduduk.
  
-
 Related modifiers illogicaly separated ( keterangan yang berkaitan terpisah tak logis ).
Contoh:
Tidak efektif: meskipun guru itu masih dlam perawatan dokter kegagalannya memberitahukan absennya kepada kepala sekolah tidak diterima, biarpun sebenarnya ternyata ia sudah berusaha memberi tahu.
Efektif: meskipun guru itu masih dirawat dokter dan sebenarnya sudah berusaha memberitahukan absennya kepada kepala sekolah, kegagalannya untuk memberitahu tidak dapat diterima.
          
-
 Fragment ( kalimat tak lengkap )
Contoh:
Tidak Efektif: penyusunan buku pelajaran ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan agar mendapat kesempatan belajar membaca dan menulis.
Efektif: penyusunan  buku pelajaran ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan agar mendapatk kesempatan belajar dan menulis.

         D)  Tanda baca harus dapat digunakan sebaik – baiknya. Kalimat yang efektif harus bersih dari kesalahan – kesalahan berikut ini :

   o    Runing on sentences ( fused sentences ) kalimat bertumpukan.
Contoh:
Tidak efektif: kita semua mengemban amanat penderiataan rakyat harus selalu mengupayakan kesejahteraan bangsa kita, baik jasmani maupun rohani.
Efektif: Kita semua, selaku mengemban amanat penderitaan rakyat, harus selalu mengupayakan kesejahteraan rohani dan jasmani bangsa kita.
       o    Comma splices ( comma faults ) kesalahan pemakaian koma dalam kalimat.
Contoh:
Tidak efektif: Seorang mahasiswa seumpama pendaki gunung, sedang mendaki gunung cita – cita.
Efektif: seorang mahasiswa, seumpama pendaki gunung sedang mendaki gunung cita – cita.

         E)  Kalimat efektif hendaknya bersih juga dari :
      
o
    Kontamisani ( kerancuan )
Contoh:
Tidak efektif: Di sekolah itu para siswa diajarkan berbagai macam ketrampilan.
Efektif: disekolah itu kepada siswa diajarkan bermacam – macam ketrampilan.
       o    Pleonasme dan trutologi ( penambahan yang tidak perlu)
Contoh :
Tidak efektif: pada zaman dulu kala, dalam sebuah kerajaan memerintah seorang ratu yang sangat arif lagi bijaksana.
Efektif: pada zaman dahulu, dalam sebuah kerajaan memerintah seorang ratu yang arif.
       o    Hiperkorek ( membetulkan apa yang sudah betuk sehingga salah )
Contoh :
Tidak efektif: semua ijazahnya dilaminasi Supaya awet.
Efektif: Semua ijazahnya dilamisai supaya awet.

*)  Kalimat efektif mewujudkan koheresi yang baik dan kompak.
Koheresi adalah pertautan antara unsur – unsur yang mebangun kalimat dan alinea. Tiap kata atau frase dalam kalimat harus berhubungan kedalam maupun keluar. Untuk menjaga koheresi itu, hendaknya penulis :

§  Kritis terhadap  pemakaian kata ganti dalam kalimat. Ada kemungkinan bahwa pemakaian kata ganti tersebut menyebabkan kalimat tidak efektif.
§  Kritis terhdap pemakaian kata depan, adakalanya terpakai kata depan yang sebenarnya tidak diperlukan atau sebaliknya, terhapus kata depan yang sebenarnya harus dipakai.

§   Memanfaatkan kata – kata peralihan atau transisi untuk mengeksplisitkan dan memperjelas hubungan gagasan antara kalimat yang satu dan kalimat yang lain dalam alinea, antara alinea yang satu dengan yang lain dalam paragraf.

*)  Kalimat efektif merupakan komunikasi yang berharkat.
Harkat berarti daya, tenaga, kekuatan, bila penulis ingin agar komunikasinya sampai dan mengesam. Kalimat yang ditulis harus berharkat dan bertenaga. Cara – cara untuk mengharkatkan kalimat antara lain:
   -      Bagian kalimat yang hendaknya dipentingkan atau diutamakan diletakkan pada awal kalimat, dalam hal ini dapat terwujud ialah INVERSI pada awal kalimat atau prolepsi atau gabungan inversi dan prolepsis.
   * Inversi: predikat diletakkan didepan subjek
  Contoh:
  Biasa: Penyakit AIDS merajalela dikalangan orang barat.
  Berharkat: dikalangan orang barat penyakit AIDS merajalela.

*Prolepsis: keterangan atau objek diletakkan didepan subjek . prolepsis keterangan lebih banyak terjadi        pada prolepsis objek.
Contoh:
Biasa: Ayah suka makan sate ; bakso tidak
Berharkat: Sate, ayah suka ; bakso tidak

    * Gabungan inversi dan prolepsis
       - Bila penulisan menyebutkan serangkaian hal ( peristiwa ) hendaknya diperhatikan dan diusahakan agar urutan hal (peristiwa) itu logis, kronologis dan berklimaks.
       - Kata kunci diulang.
       - Kata atau frase yang hendak dipentingkan dapat ditambah partikel pementing lah, pun, dan kah.
       - Serangkaian hal yang disebutkan dapat menjadi lebih kuat dengan pararelisme.


*)  Kalimat efektif memperhatikan pararelisme.

Pararelisme ( kesejajaran ) adalah penggunaan bentuk gramatikal yang sama untuk unsur – unsur yang sama fungsinya. Jika sebuah pikirannya dinyatakan dengan frase, maka pikiran – pikiran lain yang sejajar harus dinyatakan pula dengan frase. Jika satu gagasan dinyatakan dengan kata benda verbal atau kata kerja bentuk Me- di- dan sebagainya, maka gagasan lain yang sejajar harus dinyatakan pula dengan kata benda verbal atau kata kerja bentuk me- di- dan sebagainya. Upaya – upaya untuk berhemat kata antara lain:

   - Menghilangkan subjek yang tidak diperlukan.
   - Menghindari pemakaian superordinat dan hiponim bersama – sama.
   - Menjatukan pemakaian kata depan dari dan daripada yang tidak perlu.
   - Menghindari penguraian kata yang tidak perlu.
   - Menghilangkan kata – kata pembalut seperti, fakta, faktor, unsur yang sebenarnya tidak perlu.
   - Menghilangkan pleonasme.

*) Kalimat efektif didukung variasi.
Yang dimaksud dengan variasi kalimat disini ialah variasi kalimat – kalimat yang membangun paragraf atau alinea.

*) Kalimat efektif dibantu pemakaian EYD.
Pemakaian huruf kapital. Huruf kapital digunakan sebagai :
   - Huruf pertama pada awal kalimat
   - Huruf pertama petikan langsung.
   - Huruf pertama dalam ungkapan yang bnerhubungan dengan kitab suci, nama    tuhan, termasuk kata gantinya.
   - Huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang.

Nama: Rio Sandjaya
Kelas: 1DC01
Tgl pengerjaan: 21-10-2014

Sumber:http://handikaabdillah20021992.blogspot.com/2012/10/kalimat-efktif.html


Tugas 1: Kalimat Dasar (Bahasa Indonesia) [ Rio Sandjaya / 1DC01 ]

Kalimat Dasar Bahasa Indonesia

A. Pengertian Kalimat

    Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Kalimat merupakan gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dasar adalah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktur inti, belum mengalami perubahan unsur seperti panambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Perubahan terdapat

B. Unsur-unsur kalimat:

1. Subjek (pelaku)
Subjek adalah pelaku dari suatu tindakan. Ciri-ciri subjek:
• Jawaban atas Pertanyaan Apa dan Siapa
• Disertai Kata Itu
• Dapat berupa nomina, verba, atau adjektiva
• Didahului kata Bahwa
• Mempunyai keterangan pewatas Yang
• Tidak didahului preposisi

2. Predikat (tindakan)
Predikat adalah kata yang menuju kepada suatu tindakan oleh subjek.
Ciri-ciri predikat:
• Jawaban atas pertanyaan Mengapa atau Bagaimana
• Kata Adalah dan Ialah dapat berupa predikat
• Dapat diingkarkan ( didahului kata tidak, bukan, atau merupakan)
• Dapat disertai kata-kata aspek atau modalitas (telah, sedang, sudah, ingin, mau)
• Predikat dapat berupa Kata (verba, adjektiva, atau nomina) dan Frasa ( frasa verbal, adjectival, nominal, atau bilangan )

3. Objek (sasaran )
Unsur kalimat ini bersifat wajib dalam susunan kalimat aktif transitif yaitu kalimat yang sedikitnya mempunyai tiga unsur utama, subjek, predikat, dan objek. Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, sedangkan verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-.
Ciri-ciri objek:
• Langsung di belakang predikat
• Dapat menjadi subjek kalimat pasif
• Tidak didahului preposisi
• Didahului kata Bahwa

Pelengkap
     
Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.

Ciri-ciri pelengkap:
• Di belakang predikat.
Objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contoh: buku baru, sepeda baru.
• Tidak didahului preposisi.
Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan.
C. POLA KALIMAT DASAR

Kalimat dasar dapat dibedakan menjadi delapan tipe, yaitu:

1. Kalimat dasar berpola SPOK
    contoh : Ayah membaca koran dikamar tengah
                Ayah sebagai S, mebaca sebagai P, koran sebagai O, dikamar tengah sebagai K
2. Kalimat dasar berpola SPOPel
    contoh : ibu membelikan adik mainan 
                ibu sebagai S, membelikan sebagai P, adik sebagai O, mainan sebagai pel 

3. Kalimat dasar berpola SPO
    contoh : Dosen mengajar ahasiswa
                Dosen sebagai S, mengajar sebagai P, mahasiswa sebagai O

4. Kalimat dasar berpola SPPel
    contoh : Dia memberi semnagat
                 Dia sebagai S, memeberi sebagai P, semangat sebagai Pel

5. Kalimat dasar berpola SPK
    contoh : Dosen kami akan dikirim ke Australia
                 Dosen kami sebagai S, akan dikirimkan sebagai P, ke australia sebagai K

6. Kalimat dasar berpola SP (P: verba)
    contoh : Kami belajar 
                 Kami sebagai S, belajar sebagai P

7. Kalimat dasar berpola SP (P: Nomina)
    contoh : kami mahasiswa 
                 Kami sebagai S, mahasiswa sebagai P

8. Kalimat dasar berpola SP (P: Adjektiva)
    contoh : Ilmuwan Hebat
                 ilmuwan sebagai S, Hebat sebagai P

D. Macem-macem kalimat berdasarkan kalimat tunggal dan kalimat majemuk 
         
        Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola baru. Kalimat tunggal, misalnya kalimat inti, kalimat luas, kalimat verbal, kalimat nominal, dan kalimat tidak lengkap. ( definisi kalimat tunggal )

Contoh:
1. Rista menggambar.
    Kalimat inti
2. Rista menggambar bunga teratai.
    Kalimat luas
3. Ayamnya lima ekor.
    Kalimat nominal

     Selain kalimat tunggal, kita juga mengenal adanya kalimat majemuk. Kalimat majemuk adalah penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih, sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih klausa. Hubungan antarklausa tersebut ditandai dengan kata hubung (konjungsi). ( definisi kalimat majemuk )

          Kalimat majemuk Adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Minimal satu klausa yang terdiri dari subjek dan predikat.

Pada umumnya, kalimat majemuk dibagi menjadi :

a. Kalimat majemuk setara
Adalah kalimat majemuk yang pola-pola kalimatnya memiliki kedudukan yang sederajat, tidak ada kalimat yang menduduki fungsi lebih tinggi.


Kata penghubungnya antara lain: dan, atau, tapi, bahkan, kemudian dsb.
Contoh : Zuhud mengambil kursi kenudian duduk diatasnya.

b. Kalimat majemuk bertingkat
Adalah kalimat majemuk yang terdiri dari induk kalimat dan aank kalimat. Anak kalimat merupsksn perluasaan dari induk kalimat.
Contoh : -ketika aku menonton tv, Ibu dating. (anak kalimat keterangan waktu)
-anak yang berjilbab itu memenangkan olympiade biologi. (anak kalimat perluasan subjek)

c. Kalimat majemuk campuran
Adalah kalimat majemuk hasil gabungan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
Contoh : proyek itu telah selesai ketika obama berkunjung ke Indonesia dan presiden Soeharto meninggal dunia.

d. Kalimat majemuk rapatan
Adalah gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek dan predikatnya sama, maka bagian yang sama hanya disebutka sekali.
Contoh :
Ibu sedang memasak
Ibu sedang menggoreng ikan
Ibu sedang mendengarkan radio
Jadi, Ibu sedang memasak, menggoreng ikan, dan mendengarkan radio.

Nama: Rio Sandjaya
Kelas: 1DC01
Tgl pengerjaan: 21-10-2014


Sumber:http://handikaabdillah20021992.blogspot.com/2012/10/kalimat-efktif.html

Tugas 4 EYD (Bahasa Indonesia) [ Rio Sandjaya / 1DC01 ]


EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
Pengertian EYD
EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.
Peran EYD yakni sebagai pedoman umum bagi para pengguna Bahasa Indonesia. Siapa pun, kapan pun, dimana pun menggunakan EYD secara benar dan baik, maka harus mengacu pada EYD yang sesuai dengan Undang-Undang dan Pancasila. EYD pun memiliki pengecualian, biasanya pada penulisan judul. EYD yang digunakan saat ini adalah EYD yang telah disepakati oleh 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Bruneidarussalam.
Contoh kalimat yang sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan):

1. Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 2.  Bimbinglah hambaMu ini ya Rab !
3.
  Hanya kepadaMu lah kami meminta.
4. Nikmatmu begitu dahsyat ya Rab.
5.  Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan Yang Kuasa.
6.   Ayah bertanya, “Peringkat berapa kamu sekarang ?”
7. Ibu bertanya, “Kapan kamu akan pulang ?”
8.  Kakak bertanya, “Foto siapa ini ?”
9.  Bibi bertanya, “Jam berapa sekarang ?”
10.   Ibu berkata,”Tidurya jangan terlalu malam !”
11.   H.Maman adalah sosok yang sangat berpengaruh dilingkungannya.
12.   Nabi Sulaiman AS, adalah Nabi yang  memiliki harta kekayaan yang berlimpah.
13.   Sultan Ageng Tirtayasa wafat pada tahun 1950.
14.   Mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah al-quran.
15.   Tokoh wanita yang berjasa sekali di Indonesia adalah Raden Ajeng Kartini.
16.   Gelandangan yang tertangkap rajia untuk sementara akan ditampung di Departemen Sosial.
17.   Wakil Presiden Budhiyono kemarin menghadiri festival batik sePriangan Timur.
18.   Dinas Perdagangan telah mengadakan operasi pasar, untuk mengatasi harga sembako yang semakin melonjak.
19.   Presiden Suharto, adalah presiden yang pernah memimpin selama 38 tahun.
20.   Presiden pertama kita adalah Bung karno.
21.   Yang menjadi pemenang miss word 2012 adalah kontestan yang bernama Nurul fauziah.
22.   Bayki yang baru lahir itu diberi nama Nazwa Kayla Azzahra.
23.   Perkenalkan nama lengkap saya adalah Hielman Nuradin.
24.   Ibu Ani Yudhoyono kemarin jatuh sakit.
25.   Konser Agnes Monica akan disiarkan secara langsung di ANTV.
26.   17 Agustus adalah hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dimana pada hari tersebut bangsa Indonesia terbebas dari penjajah.
27.   1 Syawal 1413 Hijriah jatuh pada hari Minggu.
28.   Awal perkuliahan aka dimulai pada Bulan September.
29.   20 Mei dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
30.   Kebakaran hebat itu terjadi pada Hari Senin.
31.   Pantai Pangandaran terkenal dengan keeksotisannya.
32.   Pulau Komodo akan dijadikan sebagai salah satu keajaiban dunia.
33.   Pada akhirnya Pulau Ambalat menjadi hak milik Malaysia.
34.   Sejarah perdagangan islam terjadi di Selat Malaka.
35.   Gunung Galunggung meletus pada tahun 1990an.
36.   Ayah berkata, “ Masak apa sekarang Bu ?”
37.   Adik bertanya, “Aku ikut ya Kak ?”
38.   Ayah berkata,”Obatnya jangan lupa diminum ya Bu ?”
39.   Kakak bertanya, “Prnya sudah diselesaikan belum Dik ?”
40.   Ibu bertanya, “Peristiwa apa itu Yah ?”
41.   Buku sumber mata kuliah Bahasa Inggris adalah buku yang berjudul Let’s Speak English.
42.   Koran Sindo terbit setiap hari.
43.   Novel Laskar Pelangi adalah novel yang dikarang oleh Adrian Hirata.
44.   Kemarin saya sudah membeli majalah Genie.
45.   Peristiwa kecelakaan tersebut dikutip dalam surat kabar Priangan.
46.   Dipasaran banyak sekali Makeup yang mengandung mercuri.
47.   Istilah kebidanan terjemahan dari bahasa asing yakni dari obstetry.
48.   Ibu akan mentransfer uangnya pada hari Senin.
49.   Dengan Internet kita bisa tahu dunia.
50.   Para  siswa  diberi tugas oleh guru Tik nya agar mendwonload file dari internet.
51.   Bagi yang memiliki IPK kurang dari 2,75 wajib mengikuti remidial.
52.   Harap kumpul pada tanggal 7 November 2012.
53.   Para siswa wajib mengikuti pengajian bulanan.
54.   Pada hari Jumat akan diadakan kerja bakti.
55.   Bagi siswa yang belum registrasi  tidak bisa mengikuti UAP.



sumber:
1)
http://fvizard.wordpress.com/2013/05/05/ejaan-yang-disempurnakan-eyd/
Nama: Rio Sandjaya
Kelas: 1DC01

Tanggal buat & print: 25-09-2014

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates